Percaya atau tidak, jawabannya adalah industri kesehatan. Siapa yang menjalankan bisnis kesehatan, akan menguasai bisnis masa depan.
Industri Kesehatan Sebagai Sebuah Bisnis Masa Depan
Dalam buku Best Seller-nya, The Next Trillion Dollars Industry, pengamat ekonomi yang juga seorang futuris, Paul Zane Pillzer, mengungkap bahwa satu dekade mendatang perkembangan industri kesehatan mencapai titik yang sangat fantastis.
Prediksi ini berdasarkan adanya generasi kelas menengah yang semakinmapan dan mulai memperhatikan hal lain di luar semua kebutuhan yang sudah mereka penuhi.
Mereka sudah mampu beli mobil, beli rumah, alat elektronik dan segalakebutuhan lainnya, dan mereka masih mempunyai uang untuk mereka gunakan. Lalu kemana uang mereka alokasikan?
Penelitian Paul Zane Pillzer menunjukkan bahwa sebagian besar uang akan digunakan untuk membeli kebutuhan kesehatan dan kecantikan.
Ternyata setelah semua dasar kebutuhan terpenuhi, sebagian besar kaummenengah ingin awet muda, sehat, dan tampil menarik. Dan semuannya kini sedang mengikuti tren kembali pada alam atau "back to nature".
Bahkan tren ini sudah merambah kesemua strata sosial.
Di Amerika, tren ini dipelopori oleh kaum Baby Boomer, yang merupakan generasi yang belakangan menjadi penggerak, tren setter gaya hidup yang mampu menjadi mesin penggerak ekonomi global. Merekalah yang membuat indutri properti meledak, industri otomotif berkembang pesat.
Mereka pula yang menggerakkan industri asuransi, komputer dan internet (di Indonesia bisa diwakili oleh kelas menengah)
Saat ini di Amerika saja, menurut Paul, generasi tersebut menghabiskan sekitar 200 milyar dolar AS pertahun untuk produk perawatan kesehatan.
Jumlah ini diperkirakan setengah dari angka belanja kendaraan. Dan diperkirakan akan mencapai puncak permintaan tertinggi pada akhir tahun 2010, yaitu mencapai 1000 milyar dollar AS atau 1 Trilyun dolar AS per tahun. Atau sekitar 19 juta dolar (19 milyar rupiah) per menit. Meningkat sekitar 500 persen.
Menurut Paul, ada empat pilihan jika mau mendapat bagian dari bisnis masa depan ini:
PERTAMA
Menjadi tenaga ahli atau praktisi, seperti dokter, spesialist, dsb. Tentu saja untuk menjadi dokter, spesialist dsb diperlukan bekal pendidikan yang tidak murah dan kecerdasan di atas
rata-rata.
KEDUA
Sebagai produsen, tetapi tentu saja harus didukung dengan investasi milyaran, bahkan trilyunan rupiah untuk bangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, dsb.
KETIGA
Penjual retail, tetapi tetap saja harus mempersiapkan modal yang tidak sedikit juga.
KE-EMPAT, sebagai DISTRIBUTOR.
Dalam 30 tahun perkembangan bisnis dunia, distributor adalah bagian dari rantai bisnis yang paling besar mendapatkan keuntungan. Jadi keuntungan terbesar bukan pada produsen melainkan distributor. Contohnya, seperti Sam Walton dengan "Wal Mart"nya, Fred Smith dengan "FeDex / Federal Express"nya, Josh Bishop dengan "Amazone.com". Mereka adalah distributor.
PRODUK yangG TEPAT, PELUANG yang TEPAT
Tianshi, sebagai perusahaan multinasional dari China, menawarkan peluang besar bagi Anda untuk ikut dalam gerbong bisnis besar kesehatan. Produk Tianshi diakui kualitas dan khasiatnya. Pasar telah
terbuka luas di Indonesia maupun di dunia. Peluang besar untuk Anda!.
Jadilah distributor Tianshi dan Anda akan masuk dalam bisnis berpeluang terbesar abad ini.
Dikutip dari:
Gaya Hidup Sehat Alami TIANSHI, Edisi VII Juni 2007
tentang Tradisi Bertemu dengan Teknologi
disusun oleh: ISA
BAB XIV TIANSHI DAN PELUANG BISNIS KESEHATAN. Hal 83
