Info Banner StoreApril 8, 2008 12:52 am

Banner Store
Real Business di 200 Negara

BannerSTORE bakal menyebar di berbagai kota di Indonesia. Saat ini sudah ada di Jakarta, Bali dan Surabaya, dan Medan akan segera menyusul di Bandung, Pekanbaru dan kota-kota besar di seluruh Indonesia (ikuti perkembangan BannerStore di Web ini).

Pernahkah Anda bayangkan bahwa omset bisnis Anda didukung oleh jaringan sebuah Supermarket yang ada di berbagai kota di berbagai negara? Hanya dengan Rp 85.000 Anda mendapatkan Personal Franchise yg berlaku International, Seumur Hidup dan Bisa Diwariskan.

 

Apa itu BannerStore ?

BannerStore merupakan anak perusahaan Tianshi Group yang berhasil menggabungkan konsep retail dan MLM secara sinergis. Kini dengan keberadaan Banner Store, seorang DISTRIBUTOR TIANSHI bisa mendapatkan keuntungan dari berbelanja keseharian mereka. Sebelumnya Banner Store telah berdiri di Cina dan Malaysia.

Setelah Indonesia selanjutnya Banner Store akan dibangun di Rusia, Ukraina, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Di Indonesia sendiri telah di Launching di Jakarta, Bali, Surabaya dan Medan  direncanakan BannerStore akan segera dibangun di Bandung dan menyusul kota-kota besar lainnya. Ke depan diharapkan Banner Store  akan menyebar di seluruh pelosok Indonesia. Banner sendiri diambil dari terminologi Mandarin ” Bai Liang” yang berarti cahaya yang menerangi kehidupan, sehingga diharapkan kehadiran BannerStore akan menerangi kehidupan umat manusia.


Apa Yang Dijual Di BannerStore ?

BannerStore menyediakan 4000 s/d 5000 item produk kebutuhan sehari-hari yang umumnya merupakan produk yang dijual dipasar umum, seperti Kecap Bango, Susu Dancow, Indomie, Sabun Lifeboy, Beras Pandan Wangi, SilverQueen, Nutri Sari, Tissue, Pasta Gigi, plus Produk Tianshi dengan harga yang kompetitif dan relatif sama seperti di pasaran, bedanya pembelanjaan anda di BannerStore akan dihitung sebagai TGS (Total Group Sale) sesuai PV (Price Value), kemudian bulan berikutnya Anda akan mendapatkan Bonus sesuai BV (Bonus Value).

Misalnya, Anda memindahkan belanja bulanan di BannerStore maka nilai belanja anda akan masuk TGS, dan Anda mendapatkan bonus dari transaksi tersebut.

 

Apa keuntungan belanja di BannerStore ?

BannerStore  memberikan keuntungan berapapun besarnya nilai transaksi anda karena akan di hitung dalam hitungan PV/BV. Artinya jika Anda belanja di BannerStore, Dari transaksi anda akan dihitung sebagai TGS sesuai PV (Price Value), pada bulan berikutnya Anda akan mendapatkan Bonus sesuai BV (Bonus Value)

Contoh Perhitungan Produk Tianshi :
Anda membeli produk Diacont Rp.299.000 (harga konsumen), ketika Anda membayar di Kasir maka otomatis dipotong 15% Rp. 260.000 (harga distirbutor) dan Omsetnya sebesar 100%. Total Transaksi dimasukan secara online dalam TGS Anda sesuai PV/BV-nya.

Contoh Perhitungan Produk Umum :
Misalnya, Anda memindahkan belanja bulanan di BannerStore sebesar Rp. 1 Juta, maka Rp. 100.000 masuk TGS dan Anda mendapatkan bonus dari transaksi tersebut (artinya, membeli produk umum sama dengan membeli produk tianshi dengan PV/BV 10%)

Berapa keuntungan yang Anda peroleh jika jaringan anda sudah besar ? Keuntungan Anda akan sangat berlimpah !
 

Banyak orang biasa telah mendapatkan Mobil Mewah dan penghasilan bulanan puluhan juta rupiah dalam beberapa tahun menjalankan bisnis Tianshi. Inovasi Banner Store yang cemerlang tak akan dilewatkan siapa saja yang mempunyai gairah untuk sukses luar biasa !

Pastikan Anda bergabung dan manfaatkan momentum  Tianshi Banner Store.

 

Optimalisasi Keuntungan di BannerStore

Mungkin anda telah sering mendengar bahwa belanja di Matahari Department Store misalnya, anda dapat memperoleh kartu, yang menandai anda sebagai seseorang yang sering berbelanja di sana. Biasanya ada cashback yang dapat ditukar dengan barang-barang seperti payung, kotak makan siang, dan sebagainya :)   Di Banner Store disebut kartu hijau, intinya ia mencatat anda sebagai pelanggan. Memang sedikit berbeda cara memprolehnya.

Di BannerStore, cashback anda tadi dapat dioptimalkan sampai jumlah tak terbatas. Caranya dengan berbelanja rame-rame. Belanja rame-rame secara umum lebih disenangi banyak orang, dibandingkan belanja sendirian saja. Belanja rame-rame bonusnya makin gede, dan bonus anda ditransfer oleh perusahaan ke rekening bank Anda setiap bulan.

Di BannerStore, ketika Anda berbelanja maka anda mendapatkan point.  Point ini berpengaruh pada bonus yang akan Anda terima dari perusahaan. Semakin tinggi nilai poin, maka semakin tinggi pula potensi anda untuk menghasilkan uang. Pengumpulan poin adalah akumulasi belanja Anda dan atau orang-orang yang berbelanja dalam group anda. Jenjang karir BannerStore dibangun dengan tahapan sebagai berikut:

 

Peringkat pertama:

Melakukan pendaftaran untuk menjadi anggota, dengan membayar uang pendaftaran Rp .85.000. Selanjutnya anda akan mendapatkan kartu anggota yang berlaku SELAMANYA, paket informasi perusahaan, VCD Profil Perusahaan, serta mendapat diskon 10% untuk pembelanjaan produk kebutuhan pokok harian di seluruh Supermarket Bannerstore dan mendapat diskon 15% untuk pembelanjaan produk kesehatan di perwakilan perusahaan di setiap kota dan di seluruh Supermarket Bannerstore

 

Peringkat kedua :

Setelah anda mempunyai kartu anggota, kemudian melakukan pembelanjaan pribadi yang  minimal mencapai Rp.500.000 (nilai yang diperhitungkan sebagai omset).-, maka anda langsung mendapatkan jenjang karir peringkat kedua.  Nilai belanja yang dihitung sebagai omset bervariasi, ada yang dihitung seluruhnya , ada juga produk yang 10 persennya saja. Jadi, belanja produk tertentu senilai Rp.500.000 dapat membuat anda langsung di peringkat kedua, belanja produk-produk umum lainnya dengan harga yang sama senilai di atas belum tentu membuat anda di peringkat kedua (untuk produk yang nilai omsetnya 10% dari nilai belanja anda tadi, maka omset pribadi anda baru Rp 50.000, belum peringkat kedua)   Kabar baiknya, item produk di sana ada ribuan, sebagaimana di supermarket. Jadi anda hampir dapat sepenuhnya alih belanja ke BannerStore, itu artinya mengumpulkan point tidak akan sulit. Kabar baiknya lagi : pembelanjaan pribadi merupakan akumulasi tanpa batas waktu.

Belanja rame-rame, bonus anda meningkat tak terbatas !
Pada peringkat kedua ini, ketika anda mengajak  teman, keluarga atau siapapun menjadi anggota BannerStore kemudian mereka belanja kebutuhan sehari-hari (tersedia ribuan produk), maka kita sebut balanja rame-rame (boleh di Banner Store di lokasi yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda pula) maka perusahaan menghargai anda, karena itulah apapun yang mereka beli di BannerStore anda dapat bagian hasil. Semakin banyak orang yang anda ajak, dan atau semakin banyak merereka belanja, hasil anda pun semakin banyak, tanpa batas!.

Peringkat ketiga :
Seperti peringkat kedua diatas, omset pribadi anda diakumulasi terus menerus. Ketika mencapai Rp.2.000.000,- maka anda langsung mendapatkan jenjang karir tahap ketiga.

Peringkat keempat dan seterusnya:
Ada banyak peringkat yang dapat anda capai dalam karier anda bersama BannerStore ini.

Semakin tinggi peringkat Anda, semakin besar pula penghasilan Anda! . Suatu ketika Anda dapat terkejut: Orang-orang belanja sendiri-sendiri di banyak BannerStore yang tersebar di berbagai kota, Anda dapat Bonus. Itulah penghasilan tanpa banyak campur tangan anda lagi.

Masing-masing peringkat ada kwalifikasi tertentu. Cepat atau lambat anda dapat mencapainya. Tentu saja, yang namanya karir  pasti juga akan memerlukan tenaga, waktu, kegigihan, kesabaran dan komitment Anda. Yang utama yang perlu dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal di BannerStore adalah mengembangkan jaringan pemilik kartu anggota  yang kemudian berbelanja di BannerStore.

Bahkan, Anda dapat menjadi meniti karier di BannerStore sebelum BannerStore berada di kota Anda sekalipun !

 

Dimana BannerStore ?
Simak gambar dan lokasi di bagian bawah halaman ini.

Untuk Indonesia, BannerStore baru ada di Jakarta, Bali, Surabaya dan Medan. Selanjutnya, direncanakan BannerStore akan segera dibangun di Bandung, Yogyakarta dan menyusul kota-kota besar lainnya.

Setelah Indonesia selanjutnya BannerStore akan dibangun di Rusia, Ukraina, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Konsep bisnis ini akan tersebar ke lebih dari 200 negara di Eropa, Amerika dan Afrika Selatan.

Untuk luar negeri BannerStore sudah ada di : Malaysia dan Cina.

 

Jika BannerStore belum barada di kota anda:

Konsep BannerStore yang memungkinkan membernya dapat alih belanja secara penuh, karena 4000 sampai 5000 item barang dijual di sana, dimana setiap transaksi anda dan seluruh member dalam team anda dapat menghasilkan pasif income  yang luar biasa,  akan membuat jutaan orang dengan seketika mengambil peluang ini. Mereka ingin lebih cepat bergabung justru ketika ia belum memasyarakat !. Jika anda memilhat ini sebagai peluang terdahsyat abad ini:

Anda perlu memesan kartu keanggotaan BannerStore seharga Rp 85.000 dan berlaku seumur hidup, serta bisa diwariskan. Kami menyebutnya Kartu Hijau, Green Card.

Tentunya, karena BannerStore ini adalah salah satu infrastruktur bisnis Tianshi Group, maka sebelum BannerStore hadir di kota anda, maka anda pun dapat dengan cemerlang membangun network anda dalam system bisnis Tianshi terlebih dahulu. Atau, tunggu saja BannerStore !, namun anda sudah ambil tempat dan mengembangkan jaringan anggota BannerStore anda nanti. Pilihan dan keputusan sepenuhnya ada di tangan anda.

Mendukung anda dengan berbagai infrastruktur publikasi online, serta berbagai komunitas besar untuk keperluan ini. Mungkin team kami bukan yang pertama, dan belum juga yang terbaik. Tapi kami berusaha sebaik mungkin membantu Anda.
 


BannerStore Jakarta:
Mal Artha Gading Lantai 2.
Jl. Yos Sudarso, Jakarta
Telp: (021-45863868)
Jam Buka : 10.00-21.00 setiap hari termasuk sabtu dan minggu
Lokasinya mudah dijangkau dari berbagai penjuru jakarta, bahkan dari luar kota maupun airport.  Luas :625m2 dengan luas area niaga 500m2.

 

 


BannerStore Bali:
Jalan Teuku Umar 93 Denpasar

Alamat Banner Store Indonesia

Mall Artha Gading lt.2, Kelapa Gading Jakarta
Jl Teuku Umar no.93, Denpasar, Bali
Jl Ir H Djuanda no 48, Medan
Jl Jemursari 95 Surabaya
Jl. Aceh No.62 (Sebelah Popeye dekat BIP) Bandung
Jl. Jend. Sudirman ( sebelah restoran RARA ) Pekanbaru

Jika ada berminat bergabung menjadi Salah satu pemilik BANNER STORE TIANSHI isikan data-data Anda di Banner Store yang ada di kota Anda :

  • Nama Lengkap:
  • Jenis Kelamin:
  • No. KTP:
  • Alamat Lengkap:
  • Kota:
  • Kode Pos:
  • Propinsi:
  • No Rek Bank :

Untuk Data Sponsor isikan data berikut :

NAMA SPONSOR      : FACHRUDDIN
NOMOR SPONSOR  : 89844299

 

 

 

Artikel016April 7, 2008 11:59 pm

Adalah dua mahluk Allah sama-sama makan nyamuk tapi beda cara & gaya dapatkan nyamuk, yaitu cecak dan laba-laba.

Cara cecak:
Begitu lapar langsung berburu nyamuk diseluruh bidang datar yang dia temui dengan cara mengejar-ngejar…sampai akhirnya setelah tiga hari dan nyaris kelelahan baru dapat satu nyamuk dan…masih lapar lagi!.

Cara laba-laba:
Begitu lapar langsung mencari tempat strategis untuk bangun sarang. Setelah dia dapatkan tempat yang strategis mulailah laba-laba "bekerja" membangun sarang. Laba-laba dengan tekun membangun
sarang yang rapat, kuat dan besar agar sarang tersebut dapat awetdan banyak nyamuk yang tersangkut. Selesai sarang dibangun, laba-laba kembali tidur. Bangun tidur laba-laba tersenyum karena sudah ada tiga ekor nyamuk tersangkut di jaring buatannya. Padahal satuhari laba-laba cukup makan satu nyamuk. Laba-laba kelimpahan makanan banyak!

Sobatku…menurut Anda..manakah yang lebih cerdas dalam mendapatkan makanan, si cecak ataukah si laba-laba?

Mari kita bahas…si cecak bekerja untuk dapatkan nafkah dengan cara barterkan waktu dan tenaganya secara aktif, dan hasil yang didapat adalah "active income". Bila cecak tak lagi memiliki keduanya maka bagaimana dengan kelangsungan hidupnya?.

Sedangkan si laba-laba bekerja mencari makanannya dengan cara menginvestasikan waktu, tenaga dan liurnya untuk bangun sarang. Laba-laba baru mendapatkan makanannya dengan menanti nyamuk tersangkut dan tentu saja setelah sarang selesai dibangun. Berarti laba-laba bekerja untuk mendapatkan "passive income"nya, yaitu income yang datang kepada pemilik sarang tanpa si laba-laba bekerja lagi.
Tinggal tongkrongi aja..nyamuk datang langsung disantap!.

Sobatku…cara kita bekerja mencari nafkah sebagai seorang pegawai, kira-kira mirip dengan cara cecak ataukah laba-laba?. Saya saat ini masih menjadi seorang Teknisi Komputer di PT Badak NGL Bontang. Saya barterkan waktu, tenaga dan pikiran saya dengan bekerja berangkat pagi pulang sore dari Senin hingga Jumat..begitu seterusnya dan baru dapatkan nafkah pada akhir bulan alias gajian. Saya bekerja untuk dapatkan "active income" saya. Bila saya (juga Anda) tidak lagi memiliki yang dapat dibarterkan, bagaimana dengan kelangsungan nafkah bagi keluarga saya (mungkin juga Anda) di rumah?.

Bila suatu saat entah karena satu dan lain hal, saya (mungkin juga Anda) tidak dapat lagi bekerja, karena daya "jual" yang saya miliki tidak cukup bernilai untuk dibarterkan demi nafkah yang datang hanya sebulan sekali, lantas bagaimana dengan kelangsungan nafkah untuk memenuhi kehidupan dan apalagi untuk mewujudkan masa depan?. Tentu akan jadi tanda tanya besar bagi saya (mungkin juga Anda).

Sobatku…pembaca yang budiman, Kita juga dapat lakukan bangun sarang sama seperti yang dilakukan laba-laba!!. Yaa..jaring adalah aset bagi laba-laba. Dinamakan aset bila sesuatu itu dapat memberikan "income" atau hasil dikemudian hari. Sarang atau jaring atau…aset sama saja bagi saya dan sangat layak kita bangun demi mewujudkan masa depan. Demi "passive income" yang akan menjamin masa depan saya (mungkin juga Anda).

Sobatku…, bangun aset tentu harus ada yang diinvestasikan. Saya (mungkin juga Anda) percaya memiliki sesuatu yang dapat diinvestasikan yaitu: WAKTU, TENAGA, PIKIRAN…sedangkan UANG adalah
untuk urutan terbelakang. UANG sering dikatakan sebagai modal utama untuk bangun aset, padahal sama sekali tidak!!(menurut saya).

Sobatku yang masih bekerja sebagai pegawai, senang sekali jika kita dapat bertemu muka dan dapat saling berbagi pengetahuan tentang pentingnya membangun aset.

Mohon tidak ragu-ragu menghubungi saya di HP. 081347374598

Senang dapat berbagi dengan Anda

Hormat saya

Fachruddin

Artikel015 11:39 pm

Percaya atau tidak, jawabannya adalah industri kesehatan. Siapa yang menjalankan bisnis kesehatan, akan menguasai bisnis masa depan.

Industri Kesehatan Sebagai Sebuah Bisnis Masa Depan
Dalam buku Best Seller-nya, The Next Trillion Dollars Industry, pengamat ekonomi yang juga seorang futuris, Paul Zane Pillzer, mengungkap bahwa satu dekade mendatang perkembangan industri kesehatan mencapai titik yang sangat fantastis.

Prediksi ini berdasarkan adanya generasi kelas menengah yang semakinmapan dan mulai memperhatikan hal lain di luar semua kebutuhan yang sudah mereka penuhi.

Mereka sudah mampu beli mobil, beli rumah, alat elektronik dan segalakebutuhan lainnya, dan mereka masih mempunyai uang untuk mereka gunakan. Lalu kemana uang mereka alokasikan?

Penelitian Paul Zane Pillzer menunjukkan bahwa sebagian besar uang akan digunakan untuk membeli kebutuhan kesehatan dan kecantikan.
Ternyata setelah semua dasar kebutuhan terpenuhi, sebagian besar kaummenengah ingin awet muda, sehat, dan tampil menarik. Dan semuannya kini sedang mengikuti tren kembali pada alam atau "back to nature".
Bahkan tren ini sudah merambah kesemua strata sosial.

Di Amerika, tren ini dipelopori oleh kaum Baby Boomer, yang merupakan generasi yang belakangan menjadi penggerak, tren setter gaya hidup yang mampu menjadi mesin penggerak ekonomi global. Merekalah yang membuat indutri properti meledak, industri otomotif berkembang pesat.
Mereka pula yang menggerakkan industri asuransi, komputer dan internet (di Indonesia bisa diwakili oleh kelas menengah)

Saat ini di Amerika saja, menurut Paul, generasi tersebut menghabiskan sekitar 200 milyar dolar AS pertahun untuk produk perawatan kesehatan.
Jumlah ini diperkirakan setengah dari angka belanja kendaraan. Dan diperkirakan akan mencapai puncak permintaan tertinggi pada akhir tahun 2010, yaitu mencapai 1000 milyar dollar AS atau 1 Trilyun dolar AS per tahun. Atau sekitar 19 juta dolar (19 milyar rupiah) per menit. Meningkat sekitar 500 persen.

Menurut Paul, ada empat pilihan jika mau mendapat bagian dari bisnis masa depan ini:

PERTAMA
Menjadi tenaga ahli atau praktisi, seperti dokter, spesialist, dsb. Tentu saja untuk menjadi dokter, spesialist dsb diperlukan bekal pendidikan yang tidak murah dan kecerdasan di atas
rata-rata.

KEDUA
Sebagai produsen, tetapi tentu saja harus didukung dengan investasi milyaran, bahkan trilyunan rupiah untuk bangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, dsb.

KETIGA
Penjual retail, tetapi tetap saja harus mempersiapkan modal yang tidak sedikit juga.

KE-EMPAT, sebagai DISTRIBUTOR.
Dalam 30 tahun perkembangan bisnis dunia, distributor adalah bagian dari rantai bisnis yang paling besar mendapatkan keuntungan. Jadi keuntungan terbesar bukan pada produsen melainkan distributor. Contohnya, seperti Sam Walton dengan "Wal Mart"nya, Fred Smith dengan "FeDex / Federal Express"nya, Josh Bishop dengan "Amazone.com". Mereka adalah distributor.

PRODUK yangG TEPAT, PELUANG yang TEPAT
Tianshi, sebagai perusahaan multinasional dari China, menawarkan peluang besar bagi Anda untuk ikut dalam gerbong bisnis besar kesehatan. Produk Tianshi diakui kualitas dan khasiatnya. Pasar telah
terbuka luas di Indonesia maupun di dunia. Peluang besar untuk Anda!.
Jadilah distributor Tianshi dan Anda akan masuk dalam bisnis berpeluang terbesar abad ini.

Dikutip dari:
Gaya Hidup Sehat Alami TIANSHI, Edisi VII Juni 2007
tentang Tradisi Bertemu dengan Teknologi
disusun oleh: ISA
BAB XIV TIANSHI DAN PELUANG BISNIS KESEHATAN. Hal 83

Artikel014 2:01 am

Leverage yang Sempurna!

Adalah suatu kenyataan yang sangat tidak nyaman bagi para pengusaha  jika menghadapi kenyataan bahwa karyawan terbaiknya mengundurkan diri  dari perusahaan untuk kemudian menjalankan bisnis sendiri yang  sejenis!

 Artinya, sering kali terjadi, para pengusaha menciptakan dan  membina "kompetitor" -nya sendiri! Ironis bukan?
Dan biasanya, karyawan terbaiklah yang memiliki inisiatif untuk menjalankan bisnis sendiri. Karyawan yang sedang-sedang saja kualitasnya, cenderung untuk berpuas diri dan ambil aman saja.
 Runyam!
 
 Apakah ini maksud sebenarnya dari kebanyakan orang yang mengatakan  bahwa mereka bekerja sekedar untuk mencari pengalaman? Mereka  mempelajari bagaimana menjalankan bisnis, segala tetek-bengeknya,  intrik, pelanggan-pelanggan , dlsbnya, untuk kemudian mereka keluar  dan mendirikan bisnis sendiri yang sejenis, hingga pada akhirnya  mengancam kelangsungan bisnis Anda?"

 Disamping Itu, Banyak Orang Yang Memiliki Bisnis Sendiri, Harus Menerima Kenyataan Bahwa Mereka Terikat Dan Menikah Dengan Bisnis  Mereka"

 Mengapa demikian?  "Karena Tidak Ada Yang Lebih Perduli Dengan Bisnis Anda, Kecuali Diri Anda Sendiri!"

 Oleh karena itulah, untuk mendapatkan LEVERAGE yang sebenarnya;" Anda  Harus Memiliki Struktur, Dimana Semua Orang Memiliki Kesempatan Untuk  Mendapatkan Penghasilan Yang Sama"

 Sebuah struktur yang -sepanjang pengetahuan saya- hanya ada pada  industri network marketing.

 Mengapa demikian? Kok network marketing, sih?" 
 Karena Struktur Yang Ada Pada Industri Network-Marketing,  Memungkinkan Semua Orang Untuk Mendapatkan Kesempatan Memperoleh  Pendapatan Dan Penghargaan Yang Sama!"

 Anggapan yang mengatakan bahwa orang yang terlibat lebih awal selalu diuntungkan, adalah anggapan yang ngawur dan tidak berdasar. Itu  sistem piramid, namanya!

 Logika sederhananya adalah, jika struktur yang ada pada network marketing hanya menguntungkan untuk orang yang bergabung lebih awal, maka tentu saja industri network marketing tidak akan pernah mendapat  izin operasi (legalitas) dimanapun di dunia ini.Mau bukti? Telepon  saya deh…, akan saya jelaskan semua, secara lebih sederhana,  ditail, dan masuk akal, mengapa struktur network marketing itu  memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang.

 Salam Sukses! Go Freedom!

 

artikel013 1:50 am

"…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka menngubah keadaannya yang ada pada diri mereka sendiri."

MLM boleh saja berasal dari barat. Namun, dalam praktek dan implementasinya, bisnis ini penuh nuansa Islam, baik silaturahmi, tolong menolong dan tawakal dalam merubah nasib.

Islam, sebagai agama rahmatan lil alamin, tidak melulu mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya (hablum minallah).
Melainkan hubungan antara manusia dan sesamanya (hablum minannas). Kedua hal tersebut tak dapat dipisahkan. Lebih-lebih dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, suatu tugas yangt ak dapat diemban oleh malaikat, hamba Allah yang paling taat menjalankan perintah-Nya.

Dalam melaksanakan kekhalifaannya itu, Ilahi menyiapkan beberapa perangkat kepada manusia, sesuatu yang tak diberikan sempurna kepada mahluk lainnya, seperti akal, nafsu, naluri, budi, ilmu dan agama. Karena itu, manusia merupakan mahluk paling sempurna diantara mahluk ciptaan-Nya. Dan perangkat-perangkat tadi digunakan, setelah manusia menjalankan shalat (hablum minallah), seperti diamanatkan dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah, ayat 62: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kami di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan
ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. Carilah karunia Allah pada ayat tersebut – banyak menyebut kewajiban manusia untuk bekerja dan berusaha – bukan semata-mata uang. Kata K.H Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di Republika, rubrik Taushiyah, alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima.

Pertama, keuntungan amal shaleh.

Kedua, keuntungan membangun nama baik.

Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan wawasan.

Keempat, keuntungan membangun tali silahturahmi atau relasi yang baik.

Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain.

Ternyata, dari lima alat ukur itu, semua terakomodir dalam bisnis MLM. Misalnya, keuntungan membangun relasi dan silaturahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis MLM. Sebab, dalam bisnis MLM, dibangun atas dasar dua prinsip: menjual dan mensponsori orang lain ke dalam bisnis ini.

Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan melakukan silaturahmi (dalam MLM disebut home sharing, home meeting). Dalam silaturahmi itu, pelaku bisnis ini mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi jutawan.

Silaturahmi, dalam bisnis MLM, dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru.

Lagi-lagi dalam perspektif Islam, silaturahmi dan menjual, juga dianjurkan. Silaturahmi dalam hadis nabi yang diriwayatkan oleh Bukahri, "Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka hendaklah ia mempererat hubungan silaturahmi". Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasullah menjawab: kerja dengan seseorang dan semua jual beli yang mabrur. Kebetulan, sebelum diangkat menjadi rasul, profesi nabi adalah berdagang yang dilakukannya sejak usia 12 tahun.

Dalam berdagang, nabi dikenal jujur, sehingga dijuluki Al Amin (orang yang dapat dipercaya). Kejujuran nabi dalam berdagang –samapai ke negeri Sjam – membuat investornya konglomerat Siti Khadijah, jatuh cinta. Keduanya menikah dalam usia yang terpaut jauh: Siti Khadijah berusia 40 tahun, sedang nabi 25 tahun.

Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline selaku "orang tua"  kepada downline dilakukan. Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan, bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis ini. Ataupun mengikuti training dan pelatihan yang dilakukan perusahaan maupun para leader, yang dalam Islam, dikenal Taushyiah (saling berbuat kebaikan) Dalam kegiatan ini, seperti dikatakan oleh Aaa Gym – demikian sebutan akrab K.H Abdullah Gymnastiar – diperoleh keuntungan menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan.

Katanya, jika punya banyak uang, tapi tidak berilmu, sebentar saja uang itu bisa hangus. Tidak sedikit orang punya uang, tetapi tidak  memiliki banyak pengalaman, sehingga mereka mudah
tertipu. "Sebaliknya, misalkan uang kita habis dirampok, kalau kita memiliki ilmu, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah," demikian cuplikan dari surat kabar.

Sumber: http://totalwellnes s.blogsome. com/2006/ 08/06/aa- gym-tentang-
mlm/